Dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya, untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman, (QS An Naba 14-15)
Ayat Alquran ini menjelaskan secara tersirat bahwa sebelum kedatangan air hujan, tidak ada proses pertumbuhan yang diawali dari perkecambahan benih (biji-bijian) bahkan tanaman mengalami terhenti dalam pertumbuhan, kering dan mati. Hal ini juga menjelaskan bahwa ada masa istirahat bagi benih (masa dormansi) dan tidak bisa berkecambah karena faktor lingkungan yang tidak mendukung. Dan salah satu faktor luar yang sangat berperan dalam proses perkecambahan adalah air.
proses penyerapan air merupakan tahapan awal dalam proses perkecambahan benih karena air yang meresap ke dalam benih dapat mengaktifkan sel-sel yang bersifat embrio di dalam biji, melunakkan kulit biji dan juga menyebabkan terjadinya pengembangan embrio dan memfasilitasi masuknya oksigen ke dalam biji karena air sendiri mengandung oksigen (H2O) walaupun kemudian diketahui bahwa faktor luar ini juga dipengaruhi juga oleh temperatur, oksigen dan pencahayaan. Air mempermudah proses perkecambahan benih walaupun faktor internal dari benih itu juga sangat berpengaruh termasuk tingkat kemasakan biji, ukuran biji, dormansi dan juga berapa penghambat perkecambahan seperti kekerasan dan ketebalan kulit.
tahapan awal dalam perkecambahan benih yaitu penyerapan air ini dikenal sebagai proses imbibisi. imbibisi mengembalikan turgor sel embrio yang sebelumnya plasmolisis karena ukuran kecil dari vakuolanya yang hampir kosong. setelah proses imbibisi maka akan terjadi hidrasi jaringan di mana kondisi atmosfer dan suhu yang menguntungkan memungkinkan adanya pengaktifan organ-organ dan enzim seluler dari biji itu sendiri. proses imbibisi akan dilanjutkan dengan terjadinya pemanjangan sel-sel dalam benih dan juga terjadi pertambahan jumlah sel dalam hal ini pembelahan sel.
Pelajaran yang prinsip pada ayat tersebut menjadi ide dasar adanya perlakuan perendaman benih sebelum disemai, volume air perendaman, dan berbagai perlakuan yang diikutkan pada proses perendaman seperti penambahan zat peransang tumbuh, perendaman pada air kelapa dan lain-lain. Tingkat kesulitan meresapnya air ke dalam benih karena adanya kulit benih yang keras dan tebal menyebakan adanya ide perusakan atau pengurangan kulit benih melalui perlakuan tertentu.
