Website Resmi SMK PPN Gorontalo

SMK PPN GORONTALO
Pusat Koleksi Tanaman, Pusat Pembibitan dan Lokasi Wisata Edukasi

Jl. Otanaha Putra Desa Luhu Dusun IV Kec. Telaga Kab Gorontalo Prov. Gorontalo 96181

Berkah Allah dari Langit dan Bumi

Sumber daya alam yang melimpah rua tidak selalu identik dengan keberkahan karena keberkahan berhubungan langsung keberiman dan ketaqwaan penduduk penghuni bumi.  Satu negeri dengan negeri lain, satu daerah dengan daerah lain, bahkan satu kampung dengan kampung lain atau kota dengan kota lainnya berbeda tingkat keberkahan yang Allah berikan tergantung tingkat keimanan dan ketaqwaan di daerah itu atau sebaliknya ingkar dan jauh dari Allah SWT.  Terkadang berkah dari langit berupa hujan hamper merata pada suatu negeri tapi berbeda dengan negeri lain. Pada banyak kasus tertentu suatu tempat hujan lebat namun sebaliknya tempat lain kering. Sungguh Allah-lah yang mengatur dan menurunkan air berupa hujan dari langit.

Allah yang menurunkan hujan dari langit dan dengan air itu tanah menjadi hidup dan subur lalu berbagai macam tanaman dapat tumbuh dengan suburnya, rerumputan kembali hijau dan menjadi makanan bagi berbagai macam ternak. Itu adalah keberkahan dari Allah yang dijelaskan dalam Alquran.  Sebaliknya terkadang hujan bukan keberkahan namun musibah yang menyebabkan banjir bandang merusak lahan pertanian dan meluluhlantakkan rumah penduduk dan sarana umum lainnya sebagai akibat manusia tidak menjaga alam, merusak alam dan tidak bersyukur.

Bumi adalah sarana mendapatkan keberkahan Allah setiap saat. Berbagai buah-buahan, tanaman produktif, ternak dan segala macam keanekaragaman hayati adalah ekosistem utuh yang saling berhubungan satu sama lain. Rantai makanan itu tidak bisa putus karena akan mengganggu keseimbangan alam, hasil dari bumi dimanfaatkan sebagai sumber pangan bagi manusia, baik di desa maupun di kota dan apapun profesinya tetap mengharapkan hasil dari bumi yang Allah berikan kepada hambaNya. Namun keberkahan dari bumi itu berubah jadi musibah bila manusia tidak bersyukur dan merusak alam. Tanah mulai rusak, masyarakat tanah mati tak berdaya, pohon penyerap air ditebang dan rantai makananpun terputus dan terjadilah ketidakseimbangan alam yang menyebabkan musibah.

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat (Qs. An Nahl 112)