Tiga surat cinta di bawah ini adalah surat cinta guru SD/MI kepada peserta didiknya yang berasal dari sekolah yang berbeda dan dinyatakan pemenang dalam rangka JSIT Award dan Lomba Menulis surat Guru kepada peserta didik dimasa pandemi tahun 2021 Tingkat Prov. Gorontalo
Surat 1
Bismillaahirrahmaanirrahiim….
Assalaamu’alaikum solgan dan solcannya ayah bunda, mama papa, ummi abi…
Bagaimana kabar kalian hari ini, sayang… ?
Dezan, Asyraf, Alvaro, Aby, Fachril, Ijlal, Keenzo, Messi, Athari, Putra, Dzaky , Fadhil, Azzam, Razka, Said, Sukri , Azka,
Rifdah, Syifa, Humairah, Khanza, Aisyah, Nadia, Nadhifah, Nayra, Zahra, Syaqilla, Zabrina, Zara
Insya Allah kalian semua bersama keluarga sehat wal’afiat yaa…. Kalau ada keluarga yang
sedang sakit, Insya Allah segera diberikan kesembuhan oleh Allah. Aamiin…
Kalian lagi apa sekarang… ?
Ustadzah lagi duduk-duduk di kelas… Ustadzah rindu… rinduuu sekali…
Rindu dengan kelucuan kalian, celotehan kalian, rengekan kalian, teriakan kalian…
Aaahhh pokoknya semuanya… Ustadzah rindu dengan kelas yang ribut…
Ustadzah rindu ada yang minta tolong dibukakan botol minumnya, tempat makannya, rindu ada yang minta ditemani ke kamar mandi.
Rindu ada yang sembunyi di bawah mejanya ustadzah. Rindu dengan teriakan Azzam karena digoda Fadhil…
Bahkan ustadzah rindu berlari keluar kelas untuk mencari Dzaky yang tiba-tiba menghilang dari kelas seperti saat itu… hhh…………………………………………………. )
Apalagi, waktu ustadzah keluar kelas tadi dan melihat lapangan sekolah yang kosong. Ustadzah jadi bertambah rindu sama kalian. Ustadzah sudah kirim videonya……………………………………. Kalian rindu
tidak, sama ustadzah… ?
Hhhmmm… Biasanya jam begini kalian sudah selesai sholat dhuha berjamaah terus dilanjut makan bersama. “… Ayo ayo makannya tidak tumpah-tumpah, tidak jalan-jalan,
makannya dengan tangan kanan ya ” biasanya kalimat itu yang ustadzah ucapkan untuk
mengingatkan kalian di setiap kali menjelang waktu makan setelah kita membaca doa sebelum makan bersama-sama. ( semoga kalian tidak bosan mendengar ustadzah saat itu… hhh )
Dan sekarang, sudah lebih dari sebulan kita tidak bertemu. Rasanya lamaaaa sekali. Sebelumnya ustadzah sempat berharap dan berdoa semoga virus coronanya jangan sampai masuk ke Gorontalo supaya kita bisa segera masuk sekolah lagi bersama-sama. Tapi, kurang lebih sepekan yang lalu, pak Gubernur resmi mengumumkan kasus corona yang pertama di Gorontalo. Hhhmmm… Ustadzah sempat mengeluh ( Astaghfirullah. jangan
ditiru yaa… Tidak baik. )
“Yaa Allah… Berikanlah kesehatan kepada kami sehingga kami bisa melalui pandemi ini.
Semoga pandemi ini segera berlalu dan kami bisa segera masuk sekolah seperti sediakala. Insya Allah kami bisa lebih baik. Aamiin. ” Begitu doa yang sering ustadzah minta sama
Allah.
Sayang…
Kalian tahu tidak, kalian itu obat penawar dan penghibur yang terbaik buat ustadzah lhoo…
Iyaa… Ketika ustadzah sedang sedih, tidak enak hati atau ada masalah, ataupun sedang
kurang sehat, ustadzah akan berusaha untuk tetap hadir ke sekolah supaya bisa bertemu kalian. Karena ketika berada di tengah-tengah kalian ustadzah akan merasa sehat dan bisa meyakini bahwa keadaan akan baik-baik saja.
Maafkan kata-kata dan sikap ustadzah yang pernah melukai hati kalian ya… Maafkan ustadzah juga yang masih kurang sabar dengan kalian.
Maafkan ustadzah yang masih kurang ilmu dalam mendidik kalian.
Maafkan ustadzah kalian ini yang belum bisa memberikan yang terbaik buat kalian. Tolong maafkan semuuua kekurangan, kesalahan dan kekhilafan ustadzah ya…
Ustadzah sayang kalian semua…
Terima kasih sudah menjadi Guru Besar yang terbaik buat ustadzah.
Kelak di yaumil akhir nanti, kalau kalian sudah di Surganya Allah, setelah kalian mencari orang tua dan keluarga kalian, tolong cari ustadzah… Kalau kalian tidak menemukan ustadzah di Surga tolong cari ustadzah di neraka, tolong tarik keluar ustadzah dari sana, bilang sama Allah… kita pernah belajar tentang kebaikan bersama-sama ya nak yaaa…
Semoga pandemi ini cepat berlalu supaya kita bisa segera masuk sekolah dan belajar bersama lagi.
Dan semoga kalian bersama keluarga sehat wal’afiat dan senantiasa dalam limpahan Rahmat dan Berkah Allah.
Tetap jadi anak sholeh/ah yang patuh sama orang tua, sayang sama kakak, adik dan juga keluarga yaa…
Subhanallah walhamdulillah…
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Gorontalo, 14 November 2021 Salam sayang,
( Ustadzah Emmy )
Surat 2
SHOLIH – SHOLIHAH KU
Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.
Sholih/sholihaku yang kucintai karena Allah, bagaimana kabar kalian di rumah? Ustadzah yakin kalian baik baik saja bersama keluarga di rumah, semoga kalian bersama keluarga senantiasa diberi kesehatan, diberi kemudahan dalam menjalani aktifitas dan semoga selalu dalam lindungan Allah yang maha kuasa, Aamiin…
Seperti kata sebagian orang kalau sudah ada jarak maka akan tercipta rindu, tepatnya di bulan Maret 2020 pandemi COVID-19 masuk ke Gorontalo, maka pembelajaran disemua sekolah dihentikan dan tentunya, di sekolah kitapun demikian, pembelajaran dialihkan di rumah masing-masing bersama ayah/bunda tercinta.
Sholih/sholihaku yang hebat, tetap semangat melaksanakan kegiatan yang bermanfaat yaa!, walaupun di rumah, dimasa pandemi ini ustadzah tak lagi bisa bertatap muka secara langsung dengan kalian, sekolah yang biasanya ramai dengan canda tawa kalian tiba tiba hening, ustadzah tidak melihat lagi keceriaan kalian lagi, tidak ada lagi suara mungil yang memanggil manggil ustadzah, yang ada hanyalah keheningan ruang kelas dari sederetan meja yang berbaris kaku, bibir mungil yang senantiasa bergerak mengucap lafal lafal surah dalam Al-Qur’an hilang seketika, sedih rasanya.
Ustdzah berusaha menjadwalkan sholih/sholiha untuk melakukan pembelajaran secara daring/videocall, WhatsApp beberapa kali dalam sepekan, itu tidak lain untuk mengobati rasa rindunya ustadzah yang teramat dalam kepada kalian sholih/sholihaku, untuk pertama kalinya ustadzah melakukan pembelajaran secara online tidaklah mudah ada beberapa kendala yang harus dihadapi tapi begitu melihat antusias sholih/sholiha rasanya kendala kendala itu tidak terasa.
Sekarang ustadzah hanya bisa mengenang waktu pertemuan kita sebelum pandemi, kalian yang dengan senangnya datang ke sekolah sebagai siswa baru, dan orang tua hebat kalian yang mengamanahkan, mempercayai ustadzah memberikan cinta kasih dan sebagai orang tua kedua di sekolah. Dulu kita sering berpelukan namun, sekarang benar benar berubah karena adanya virus yang mengaharuskan kita menjaga jarak.
Sholih/sholihaku yang kucintai karena Allah, nama kalian satu persatu selalu hadir dalam setiap doanya ustdzah, ustadzah berharap kalian baik baik saja belajar di rumah
walaupun kalian mengalami masa pandemi ini, semoga kalian kelak bisa menjadi generasi yang sholih/sholiha taat kepada Allah, berguna bagi nusa dan negara.
Sholih/Sholihaku yang aku cintai karena Allah
Tetap semangat belajar di rumah yaa, maafkan ustadzah yang belum bisa mengajar sholih/ha secara efektif, doakan pandemi akan segera berakhir, agar kita bisa berjumpa.
Belajar dan belajarlah, dan jangan lupa patuhi ayah/bunda, jangan lupa sholat ya………..
in syaa Allah kita akan kembali belajar bersama, bercerita segala hal dan duduk di lingkaran dalam menghafal kalam Ilahi…………………………… Aamiin.
Dari hati sanubari yang paling dalam ustadzah sayang kalian semua, dan semoga ayah/ bunda sholih/ha dimudahkan dalam segala urusan………………………… Aamiin ya robbal alamiin.
TKIT Alkautsar Gorontalo
Ervinawati Djafar Mootalu
Surat 3
| Assalamu’alaikum Wr.Wb |
Sholeh sholehah
Bagaimana kabar dan hari-harinya kalian dirumah?
Ustadzah berharap semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah SWT.
Tak terasa yah sudah beberapa bulan kita tak saling bertemu, dan saling bertegur sapa secara langsung.
Disituasi pandemic saat ini, yang mengharuskan kita untuk berjaga jarak, bahkan berpisah untuk sementara, dan terpaksa harus melakukan pembelajaran melalui DARING. Tapi ustadzah berharap, kalian tetap semangat belajar walaupun disituasi belajar yang berbeda. Sebelumnya belajar tatap muka langsung dikelas, namun sekarang harus belajar dari rumah. Sedih rasanya, tapi ustadzah yakin anak sholeh dan sholehah mampu melewati situasi pandemic saat ini.
Anak sholeh dan sholehah harus tetap semangat belajar dan melakukan kegiatan sehari- harinya dirumah yah. Doakan semoga pandemic cepat berlalu dan negara segera pulih, agar supaya keadaan akan kembali seperti semula.
Dan tak lupa juga ustadzah ingatkan, walaupun hanya melalui selembar surat, dan beberapa rangkaian kata, kalian jangan lupa sholat lima waktunya yah. Hafalannya dijaga, murojaahnya juga harus jalan.
Dalam situasi pandemic seperti ini, jangan kalian jadikan sebagai alasan untuk bermalas- malasan dirumah. Ustadzah berharap dalam situasi apapun itu jangan sampai mempengaruhi proses belajarnya kalian.
Belajar dirumah sama halnya dengan belajar disekolah. Jangan pernah kalian berpikir bahwa belajar dirumah tidak ada guru yang mengawasi selama proses belajar, kalian jadikan itu sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Jangan seperti itu yah teman-teman.
Orang tua kalianlah yang akan memediasi kalian dalam belajar selama dirumah. Jadi teman- teman harus tunduk dan patuh sama orang tua. Jangan menyusahkan. Ustadzah titip salam buat kedua orang tua kalian dirumah. Semoga selalu dalam lindungan Allah dan dalam kondisi sehat wal’afiat.
Anak sholeh dan sholehah
Dalam waktu beberapa bulan ini sekolah sangatlah sepi, tak ada suara canda tawa kalian dikelas. Guru-guru lain pun merasakan hal demikian. Kebiasaan yang selalu ada menghiasi suasana sekolah setiap harinya, saat pandemic berubah menjadi sunyi.
Anak sholeh dan sholehah
Ustadzah dan guru-guru disekolah sangatlah merindukan kalian. Apakah kalian juga merindukan guru-guru disekolah? It is so long time, and we are really miss you.
Terakhir, pesan dari ustadzah dan guru-guru disekolah untuk kalian. Tetap semangat melewati hari-harinya dirumah, Ibadahnya juga jangan putus, hafalan Al-Qur’an harus jalan terus. Sehat-sehat dirumah, jaga imun dan jangan sampai drop. Satu lagi pesan dari ustadzah, kurangi aktifitas main gadget atau HP yah. Nurut sama orang tua dirumah, dan jadilah anak yang patuh. Karena ciri-ciri dari anak sholeh dan sholehah, adalah anak yang tunduk dan taat kepada orang tua.
Sampai ketemu nanti di sekolah.
Always stay safe for all of you.
Nelis Huntu, SPd
