Pohon bidara secara khusus disebutkan dalam hadist tersebut memiliki arti yang sangat dalam karena ilmu pengetahuan telah menyingkap bahwa tanaman bidara memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Tanaman ini juga adalah salah satu jenis tanaman yang bisa tumbuh dengan baik didaerah panas, kering, gurun nan tandus. fungsi daun bidara untuk membersihkan tubuh dari kotoran yang sulit hilang jika hanya diguyur air. Seperti ketika memandikan jenazah atau membersihkan bekas haid.
Ketika Zainab, putri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, yang bertugas memandikan adalah Ummu Athiyah radhiyallahu ‘anha. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh Ummu Athiyah, “Cuci jenazahnya 3 kali, 5 kali, atau boleh lebih dari itu, jika menurutmu dibutuhkan, dengan air dan daun bidara.” (HR. Bukhari 1253)
Demikian pula, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh wanita yang membersihkan sisa darah haid, agar digunakan bidara. Asma’ pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang cara mandi selepas haid. Beliau mengatakan, “Wanita itu bisa mengambil daun bidara dicampur air, lalu berwudhu kemudian mencuci kepalanya” (HR. Abu Daud 314 dan dishahihkan al-Albani)
Beberapa hal-hal praktis telah ditemukan bahwa bidara dapat mengusir gangguan jin dan setan, menyembuhkan jerawat, pengobatan luka, dan perawatan kecantikan.
Manfaat pohon bidara sebagai tempat berteduh baik manusia maupun hewan, hal ini hanya sebagai salah satu contoh manfaat pohon secara umum. Selain bidara, berbagai jenis pohon berfungsi sebagai tempat berteduh dikala panas terik matahari. Fungsi untuk berteduh ini karena bisa menghalangi panasnya sinar matahari sampai ke tubuh kita. Selain ini karena efek sejuk ketika banyak pepohonan sebagai akibat fungsi pohon yang memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis dan menyerap karbon dari udara. Proses ini telah memberi andil yang besar terhadap upaya mengurangi pemanasan global, mengurangi menepisnya lapisan ozon dan mengurangi polusi udara.
Jika kita tidak berkesempatan menanam pohon, minimal kita bisa menjaga keberadaan pepohonan dan tidak menebang tanpa alas an jelas. Jika tidak bisa menanam mari kita menjaga kepala kita agar tidak ditenggelamkan Allah ke dalam api neraka. Ketika Yazid bin Abi Sufyan hendak diutus untuk penaklukan Syam, Abu Bakar memberinya sepuluh nasihat yang antara lain adalah larangan jangan sampai membunuh mereka yang tua renta, anak-anak, perempuan (rakyat sipil), dan jangan sampai menebang pohon yang berbuah. Ini artinya, menebang pohon tanpa alasan mendesak sama jahatnya dengan membunuh rakyat sipil.
